| 1 | Apakah benar Pulau Jawa dan Sumatera terpisah karena letusan Gunung Krakatau tahun 416 M? |
| Catatan Ronggowarsito memang menyebut letusan Krakatau pada 416 M sebagai penyebab terpisahnya Jawa dan Sumatera. Namun, penelitian geologi menunjukkan pemisahan terjadi karena proses geologi jangka panjang dan naiknya permukaan laut, bukan semata-mata letusan tunggal di era sejarah. |
| 2 | Dari segi bukti paleontologi, wilayah mana yang memiliki catatan manusia purba tertua — Jawa atau Sunda? |
| Jawa memiliki catatan manusia purba tertua, seperti Homo erectus di Trinil (usia ±1,5 juta tahun) dan situs Sangiran. Bukti setua itu belum ditemukan di wilayah Sunda. |
| 3 | Apakah bahasa Jawa dan Sunda berasal dari rumpun yang sama? |
| Ya, keduanya berasal dari rumpun bahasa Austronesia yang menyebar ke Nusantara ±4.000–2.000 SM. |
| 4 | Benarkah Tarumanegara lebih tua daripada Mataram Kuno dalam catatan sejarah tertulis? |
| Benar. Tarumanegara (abad ke-5 M) meninggalkan prasasti lebih awal dibanding Mataram Kuno (abad ke-8 M). |
| 5 | Apa itu teori “Out of Sundaland” dan siapa pencetusnya? |
| Teori ini dikemukakan Prof. Arysio Santos, menyatakan Sundaland sebagai pusat awal peradaban sebelum tenggelam akibat banjir besar purba. |
| 6 | Mengapa Babad Tanah Jawa dan Naskah Wangsakerta dianggap kontroversial? |
| Karena banyak isinya sulit diverifikasi, bercampur mitos, dan sebagian sejarawan meragukan keasliannya. |
| 7 | Apa hubungan geologi antara Jawa dan Sunda di masa lalu? |
| Keduanya dulunya terhubung dalam daratan Sundaland sebelum permukaan laut naik ±12.000 tahun lalu. |
| 8 | Apakah ada satu jawaban pasti mengenai siapa yang “lebih tua” antara Jawa dan Sunda? |
| Tidak ada jawaban tunggal; hasilnya tergantung kriteria yang digunakan (arkeologi, kerajaan, bahasa, dsb.). |
| 9 | Bagaimana metode modern dapat membantu memecahkan perdebatan ini? |
| Metode seperti analisis DNA kuno, penanggalan radiokarbon, dan kajian filologis kritis dapat memberi gambaran lebih akurat. |
| 10 | Mengapa perbedaan teori asal-usul ini penting untuk dipelajari di era modern? |
| Agar masyarakat memahami akar sejarahnya, menghargai perbedaan, dan memperkuat persatuan dalam bingkai NKRI. |